Produk
ponsel cerdas atau smartphone yang dipasarkan di Indonesia, menurut Heru
Sutadi, Pengamat Telekomunikasi Indonesia, bisa dikategorikan barang ilegal
jika tidak mendapatkan izin dan belum mendapatkan sertifikasi dari Direktorat
Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informastika (Postel).
Ilustrasi (Foto: Ubergizmo) |
Pada hari Rabu (30/9/2015), kepada pewarta
dari Okezone, Ketua Dewan Pakar Indonesia ICT Forum, Teguh mengatakan bahwa semua
produk yang diperdagangkan di Indonesia harus memiliki izin sertifikasi produk
dari Kementerian Kominfo, jika tidak artinya ilegal.
Heru Sutadi menjelaskan bahwa produk yang
dikategorikan ilegal biasanya menggunakan garansi dari toko atau garansi internasional,
mengingat di lokal tidak dikenal. Maka, tegas Heru, jika ditemukan proses penjualan
smartphone yang mempergunakan garansi internasional, maka Kementerian Kominfo harus
bergerak cepat agar segera menangani hal tersebut.
Teguh Prasetya, Ketua Dewan Pakar Indonesia
ICT Forum, mengungkapkan hal yang sama dengan Heru, yang menurutnya bahwa produk-produk
dari luar negeri yang diperdagangkan tanpa adanya izin ertifikat dari Postel,
dikategorikan sebagai produk yang ilegal.
“Karena yang legal harus bersertifikasi
Postel,” tegas Teguh.
Sebagaimana dituliskan laman Okezone, bahwa
salah satu situs ecommerce yang berada di Indonesia telah mulai melakukan
penjualan ponsel cerrdas Iphone 6s yang meruapakan salah satu produk terbaru
Apple. Dan iPhone 6s sendiri, belum secara resmi masuk ke pasar Indonesia.
Pengelola produk-produk secara resmi di
Indonesia sendiri, yakini Apple Indonesia, sebenarnya masih melakukan proses
pengajuan permohonan pengujian produk mereka kepada Ditjen Postel Indonesia.
Dari situs resmi sertifikasi.postel.go.id, diketahui
bahwa keterangan izin yang diajukan Aple Indonesia tersebut telah sampai pada
tahap Surat Pengantar Pengujian Perangkat (SP3), yang artinya lembaga
sertifikasi pemerintah, telah melakukan verifikasi terhadap surat permohonan
sertifikasi yang diajukan.
Maka, jika pengajuan sertifikasi tersebut lolos,
maka Ditjen Postel Indonesia akan menerbitkan surat untuk dilanjutkan ke Balai
Uji yang berada di daerah Bekasi Barat untuk proses selanjutnya.
Dua jenis iPhone yang diopasarkan di
Indonesia tersebut, tulis Okezone, bernomor model A1687 dan A1688. Keedua
produk anyar Apple tersebut diproduksi di China. Iphone dengan nomor model
A1688, sebagaimana keterangan dari situs resmi Apple, mengacu pada iPhone 6s.
Sumber: http://techno.okezone.com/